SELAMAT DATANG di Situs Resmi Bagian Humas Sekretariat Daerah - Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau

Sosialisasi dan Koordinasi Kampanye Introduksi Measlas Rubella (MR) Tingkat Kabupaten Natuna Tahun 2018

Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti membuka secara resmi Sosialisasi dan Koordinasi kampanye Introduksi Campak, Measles dan Rubella Tingkat Kabupaten Natuna Tahun 2018, bertempat di Aula Natuna Hotel Ranai Darat, selasa (03/07) pagi, dihadiri oleh  beberapa Pimpian Organisasi Perangkat Daerah, Ketua dan beberapa pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Natuna, organisasi profesi medis dan paramedis serta beberapa perwakilan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Ngesti menjelaskan bahwa Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit Rubella/ kecacatan yang disebabkan oleh inveksi pada saat kehamilan pada tahun 2020. Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mempercepat pencapaian tujuan tersebut adalah dengan melaksananakan kampanye dan imunisasi massal.

Kegiatan ini akan diselenggarakan di Kabupaten Natuina khusunya pada Bulan Agustus mendatang dan seluruh Provinsi di luar Jawa.

Untuk itu Ngesti menghimbau Dinas dan Lembaga terkait, Organisasi dan lembaga swadaya masyarakat untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, serta berpartisipasi dalam imunisasi massal Measlas dan Rubella ini.

Adapun kegiatan imunisasi massal ini akan diselenggarakan pada bulan September mendatang akan diselenggarakan pada beberapa fasilitas umum, seperti sekolah, posyandu, poskesdes dan polindes.

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna,  Rizal Rinaldy menerangkan bahwa, Campak adalah salah satu penyakit yang menular dan menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare berat, radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk, dan bahkan dapat menyebabkan kematian,

Sedangkan Rubella merupakan penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Kecacatan tersebut dikenal dengan Sindrome Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung, kerusakan jaringan otak, katarak, ketulian, dan keterlambatan perkembangan pada bayi yang ibunya menderita Rubella pada masa kehamilan.

Rizal melanjutkan bahwa untuk saat ini langkah tepat adalah mencegah penularan penyakit tersebut, karena sampai saat ini belum ditemukan obat penyembuhannya.

Oleh karenanya, penting diadakan kampanye dan pengenalan terhadap bahaya penyakit campak dan rubella melalui pelaksanaan imunisasi massal untuk Pencegahan Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Peliput :  Humas _Pro ( Jasipah & Diana)

photo : #pcs

RILIS PERS, Nomor : 658  /IP/HUMAS-PROTOKOL/2018